Selamat Datang di Blog Pribadi

bismillah1

2009-01-30_08-31-16_image026

Selamat datang diblog pribadi saya, blog ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi pribadi yang boleh dikunjungi siapapun, harapannya adalah menjadikan seluruh pengunjung blog ini dapat termotivasi untuk berbuat sesuatu yang positif khususnya masalah dokumentasi pribadi.

Sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada para pengunjung blog ini, untuk komunikasi atau surat menyurat silahkan kirim ke e-mail imron_mira@yahoo.com atau silahkan isi Buku Tamu.

Comments off

Riset Diri Sendiri

Sebagai Bahan Renungan Pribadi

_00-16-18_Image153Cara inilah yang aku tempuh untuk meningkatkan kualitas diri dalam menjalani hidup, entah benar atau salah. Aku selalu mempelajari kehidupanku yang sudah berlalu,mulai dari remaja sampai sekarang menginjak dewasa. Mempelajari  apa saja yang sudah aku lakukan, sebagai bahan evaluasi untuk ke depan.

melakukan riset pada diri sendiri memang susah dilakukan karena dibutuhkan kejujuran dan keikhlasan, terutama mengenai hubungan sesama manusia dan hubungan kepada Tuhan sang pencipta.

Hubungan kepada sesama manusia artinya aku harus pandai-pandai mengelola dengan baik emosi diri, harga diri dan hawa nafsu. Juga dibutuhkan pengetahuan etika sosial dan perrgaulan. Kondisi emosi seharusnya  lebih baik disaat aku menginjak dewasa dibanding waktu masih remaja, tetapi semakin bertambah usia memang semakin kompleks segala permasalahan yang aku hadapi, mungkin dulu waktu aku remaja  belajar untuk mengendalikan emosi diri ruang lingkupnya tidak seluas seperti sekarang, menginjak dewasa aku harus pandai mengelola emosi diri  terhadap kerabat,saudara,orang tua, keluarga, tetangga dan anak-anakku, apalagi dengan posisi sebagai kepala keluarga sangat dibutuhkan kearifan sebagai tauladan istri dan anak-anak dimasa yang akan datang.

Belajar dari kesalahan dan memperbaikinya dikemudian hari adalah mutlak dilakukan untuk menuju kehidupan yang lebih baik, walaupun terkadang aku berulang melakukan kesalahan yang sama tetapi  tidak membuat aku putus asa. Karena aku yakin selama aku punya niat untuk memperbaikinya insya allah suatu saat aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Iman seseorang kadang bertambah dan kadang berkurang. Inilah masalah yang sangat besar yang aku hadapi dalam hal hubungan dengan allah SWT sang pencipta. Aku merasakan untuk urusan ibadah ini terkadang naik dan terkadang turun. Tetapi aku selalu berdoa dan belajar untuk tetap istiqomah dalam beribadah.

Bagaimana istri dan anak-anak aku menjadi orang yang bertaqwa kalo aku sendiri tidak bertaqwa, bagaimanapun aku harus memberikan contoh yang terbaik dalam hal ibadah. Alhamdulillah aku diberikan istri yang solehah, seharusnya aku menjadi suami yang soleh.

Hari ini aku msih terus belajar dan belajar untuk selalu mendekatkan diri kepada sang khalik. Mungkin pada saat remaja aku menjalankan ibadah hanya alakadarnya karena ibadah hanya untuk diri sendiri. Tetapi sekarang aku harus lebih baik. Karena aku beribadah untuk istri dan anak-anakku juga.

Insya allah aku memohon kepada allah SWT agar selalu dilindungi untuk tatap istiqomah dalam beribadah kepdaNya.

Hubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan, apabila sudah dilaksanakan dengan baik dari waktu ke waktu maka  akan mendapatkan kedamaian didalam diri dan menciptakan keluarga yang harmonis.

Maka dari itu aku selalu belajar mengevaluasi kehidupan yang lalu, untuk memperbaiki yang salah dan meningkatkan yang sudah baik agar tidak salah melangkah untuk  menggapai masa depan yang diimpikan.

semoga Allah SWT selalu memberikan jalan yang terbaik dan dimudahkan segala urusanku dan keluargaku.

Comments (1) »

Tiga Cara Mengalahkan Hutang

Oleh: Mike Rini
Dikutip dari Danareksa.com

Berhentilah menghalangi kebebasan finansial Anda, jangan terus menerus menguras tabungan masa depan. Hutang adalah musuh nomor satu yang merampas impian banyak orang dan kebanyakan orang benar-benar tak berdaya dengan hutangnya. Karena itu sekaranglah saat yang tepat untuk memberantasnya.054730t

Kesalahan yang sering terjadi saat berhutang adalah, mengambil hutang terlalu banyak, dan digunakan untuk tujuan yang salah pula. Karena hutang orang jadi menguras tabungannya, menjaminkan harta bendanya dan melakukan aksi gali lubang tutup lubang dari satu kartu kredit ke kartu kredit lainnya hanya untuk digunakan memenuhi kebutuhan hariannya.

Orang mungkin mengira, hanya karena pihak bank atau perusahaan kartu kredit mau memberikan pinjaman, mereka lalu serta merta bisa membayar pinjaman itu kembali. Orang jadi terlalu fokus pada besarnya cicilan bulanan atau suku bunga pinjamannya saja daripada menyadari bahwa hutang itu seperti penyakit kanker yang bisa menggerogoti kondisi kesehatan keuangan mereka. Orang membayar bunga hutang dari waktu ke waktu, yang tentu saja hanya akan memperkaya pihak bank dan perusahaan kartu kredit, sebaliknya tanpa disadari makin membuat kita miskin. Sudah begitupun, kita masih saja heran mengapa selalu kehabisan uang.

Apakah Anda mulai merasa tidak nyaman dengan kenyataan itu ?

Syukurlah. Rasa tidak nyaman itu mungkin malah akan menyelamatkan Anda dari jeratan hutang seumur hidup. Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan, tetapi dengan uang hidup Anda menjadi lebih mudah. Tetapi untuk mendapatkan uang tidak gratis, Anda harus bekerja untuk itu. Sayang sekali Anda tidak selamanya bisa bekerja, padahal kehidupan Anda bahkan mungkin akan berlansung lama setelah Anda tidak bisa bekerja.

Untuk menghadapi proses alamiah ini, kita telah diberikan usia produktif selama bertahun-tahun, namun belum banyak orang yang menyadarinya. Begitu mereka mendapatkan pekerjaan dan berpenghasilan, segera saja mereka memiliki kartu kredit. Daripada mendahulukan tabungan dan investasi, mereka membeli barang-barang yang bahkan umurnya bisa jadi lebih pendek daripada cicilan pembayarannya.

Nah.. jika Anda sudah siap untuk memberantas hutang kartu kredit, maka inilah rencananya :

Kenalilah hutang Anda.
Mengetahui berapa jumlah cicilan hutang tiap bulan saja tidak cukup, namun lebih dari itu Anda juga harus mengetahui segala sesuatu yang terkait dengan hutang tersebut. Buatlah daftar kepada siapa saja Anda berhutang, berapa jumlah saldo atau sisa hutangnya saat ini, berapa suku bunganya masing-masing, dan berapa pembayaran cicilan perbulannnya.

Cari tahu juga mengenai kodisi-kondisi dari pinjaman Anda, misalnya apakah Anda bisa mendapatkan diskon hutang jika melunasinya sekarang atau malah sebaliknya dikenakan penalty karena pelunasan hutang sebelum jatuh tempo.

Susunlah prioritas pembayaran hutang.
Dari catatan hutang tadi kemudian susunlah daftar pembayaran hutang menurut prioritasnya. Susunlah prirotas pembayaran hutang dari hutang yang dikenakan bunga paling tinggi sampai yang paling rendah, bukan dari yang saldo hutangnya paling besar. Dimana hutang yang dikenakan bunga paling tinggi menempati urutan pertama dari prioritas pembayaran hutang.

Mengapa demikian ?
Hutang dengan bunga tinggi ibaratnya seperti Anda mengalami kecelakaan dan mengalami luka-luka pendarahan pada beberapa bagian tubuh. Luka yang menyebabkan perdarahan paling besar pasti akan ditutup terlebih dahulu oleh dokter baru kemudian menutup luka-luka lain yang lebih kecil. Karena jika luka dengan pendarahan paling besar tidak segera diatasi maka akan mengancam keselamatan jiwa sebab luka ini meyebabkan Anda kehilangan darah paling cepat. Logika yang sama bisa kita pakai pada prioritas pembayaran hutang ini. Namun bukan berarti kita hanya memprioritaskan satu pembayaran hutang saja dan mengabaikan yang lainnya.

Contohnya begini, jika Anda mempunyai tagihan tiga kartu kredit yang sudah membengkak. Masing-masing minimum paymentnya adalah Rp 300.000,-. Sehingga total cicilan minimum payment dari ke 3 kartu kredit adalah Rp 900.000,- per bulan. Untuk segera menyelesaikan masalah ini maka Anda bersedia menyisihkan Rp 1 juta per bulan untuk pembayaran kartu kredit ini. Dengan demikian ada kelebihan Rp 100.000,- dari anggaran cicilan hutang bulanan. Dengan adanya prioritas pembayaran hutang maka berikanlah kelebihan anggaran ini untuk pembayaran cicilan hutang yang suku bungannya paling tinggi. Sehingga hutang dengan suku bunga paling tinggi adalah Rp 400.000,- sedangkan 2 hutang lainnya dengan suku bunga yang lebih rendah masing-masing Rp 300.000,-.

Jika hutang dengan suku bunga paling tinggi sudah lunas, maka lanjutkanlah dengan prioritas pembayaran hutang pada hutang dengan suku bunga tertinggi berikutnya. Berikanlah porsi pembayaran cicilan hutang prioritas pertama yang sudah lunas tadi untuk menambah pembayaran cicilan hutang prioritas berikutnya, dan begitu seterusnya.

Stop penggunaan kartu kredit.
Ngomong-ngomong, walaupun kita sudah memiliki strategi proritas pembayaran hutang, namun rencana ini tidak akan berhasil jika Anda tetap saja menambah jumlah hutang kartu kredit. Dengan kata lain, jika Anda ingin memberantas tagihan beberapa kartu kredit yang membengkak, maka hentikan menambah jumlah hutangnya. Stop pemakaian kartu kredit, dan bayar saja belanjaan Anda dengan uang tunai atau dari kartu debet Anda.

Tinggalkan katu kredit Anda di rumah jika Anda tidak ingin tergoda untuk memakainya. Gunakanlah kartu lredit hanya untuk keperluan darurat. Kalau perlu potong kartu kredit Anda yang lain dan sisakan satu kartu kredit dengan limit kredit yang paling besar untuk berjaga-jaga. Apapun cara yang Anda pakai dalam usaha memberantas hutang kartu kredit, tidak peduli betapapun anehnya . Selama bisa membantu Anda bisa membangun kebiasaan penggunaan kartu kredit yang baik, lakukanlah. Mungkin Anda akan dianggap ekstrem, pelit atau kuno. Well, Andalah yang menderita dari hutang yang berkepanjangan bukan mereka. Anda yang bertanggung jawab membayar hutangnya, orang lain mungkin sudah terlalu sibuk dengan masalah hutangnya sendiri.

Tentu saja melakukan ke 3 langkah memberantas hutang ini tidak mudah, tetapi banyak orang yang sudah melakukannya. Hasilnya, dari hari ke hari mereka semakin dekat kepada kebebasan finansialnya daripada melihatnya pergi menjauh. Saya yakin Anda juga menginginkan hal yang sama.

Kalau begitu mari kita lakukan sama-sama !

Comments (2) »

SUDAH TEPATKAH PILIHAN INVESTASIKU?

tikusOleh: Eko Endarto


Berapa Anda investasi tiap bulan ?
Kemana Anda berinvestasi tiap bulan ?
Kenapa harus berinvestasi di tempat itu ?
Pernahkah Anda bertanya seperti ini kepada diri Anda sendiri ?
Atau pertanyaan seperti ini :
“ Berapa persen saya harus berinvestasi untuk pensiun ?”
“ Mana yang lebih baik, pakai asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan ?”
“ Apakah menguntungakn berinvestasi di Bank ?”
Pertanyaan standar tentang investasi yang hampir selalu saya temui saat melakukan seminar atau melakukan talkshow di salah satu media.
Saya tidak menyalahkan pertanyaan-pertanyaan di atas. Sebab memang hal tersebut harus Anda tanyakan sebelum melakukan investasi. Nah untuk itulah tulisan ini dibuat, ya semoga bisa menjawab sebagian besar pertanyaan Anda tentang sudah tepatkah investasi saya ?.

Apa itu investasi ?

Menurut Anda apa sih investasi itu ?

Kalau Anda sekali waktu berjalan ke pertokoan dan masuk ke toko buku, maka Anda akan mendapatkan banyak sekali penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan investasi. Semua teori memberikan penggambaran dan penjelasan yang berbeda tentang investasi. Tapi kalau saya boleh sedikit mengajukan pendapat, menurut saya investasi adalah “tindakan yang dilakukan untuk tujuan meningkatkan atau menambah nilai atau kekayaan yang kita miliki”

Bagaimana ? ; Mungkin pendapat saya ini tidak tepat, tapi menurut saya ini lah yang dimaksud dengan investasi. Saya menggaris bawahi kata tindakan karena memang investasi adalah suatu ”action” bukan sekedar angan-angan. Jadi kalau Anda baru berencana untuk membeli emas, maka Anda belum berinvestasi. Atau kalau Anda baru bercerita bahwa akan membeli reksadana, maka itu belum dikatakan investasi. Tapi kalau Anda membeli emas dengan tujuan untuk mengharapkan adanya penambahan nilai beberapa waktu kedepan walaupun itu hanya 1gram, itu adalah investasi.
Kata tindakan juga saya garis bawahi karena suatu tindakan akan menimbulkan akibat, baik itu negatif maupun positif. Untuk yang positif kita bisa sebut sebagai hasil dari suatu tindakan, sedangkan yang negatif bisa kita sebut sebagai risiko yang juga harus siap kita terima. Jadi kesimpulannya untuk melakukan investasi, kita memang harus bertindak sebab tanpa bertindak hasil nyata tidak akan didapat. Walaupun dengan tindakan itu kita harus siap dengan kemungkinan hasil dan tentu saja risikonya.

Melakukan Investasi

Saya yakin sebagian dari Anda sudah melakukan investasi. Mungkin ada yang berinvestasi di deposito, atau mungkin sebagian lagi menambah kekayaannya melalui property, sebagian lagi lebih senang dengan emas. Apapaun jenis dan cara investasi yang Anda lakukan, saya ucapkan selamat. Hal itu jauh lebih baik daripada Anda tidak berinvestasi sama sekali. Tapi kalau saya boleh kembali bertanya seperti judul di atas, sudah tepatkah pilihan investasi yang Anda lakukan ?
Sebelum lakukan investasi, lakukan 3 langkah di bawah ini :

1. Tentukan tujuan keuangan
Apa bedanya investasi di tabungan dengan saham ? Apa bedanya berinvestasi dengan membeli tanah dengan membeli emas ?

Bila Anda melakukan investasi tanpa tujuan, pasti Anda akan sulit menjawabnya. Seorang klien berkata bahwa ia menabung di tabungan supaya uangnya tidak habis. Sebagian klien saya juga beralasan dia membeli tanah supaya investasinya ada bentuknya. Dan ada juga klien saya bercerita dia membeli emas supaya uangnya tidak turun nilainya dibanding inflasi. Secara umum sih benar. tapi sebaiknya sebuah investasi harus memiliki tujuan. Kenapa demikian ? karena tiap tujuan investasi akan mengakibatkan pemilihan alat investasi yang berbeda, hasil investasi yang diharapkan yang berbeda dan yang pasti risiko yang siap diterima juga berbeda. Untuk tujuan jangka pendek, fokuslah ke risiko dan likuiditas artinya untuk jangka pendek cari produk yang risikonya rendah dan likuiditasnya tinggi. Kenapa ? karena Anda membutuhkan dananya cepat. Jadi jangan sampai pada waktu dibutuhkan nilai uang Anda turun. Untuk jangka panjang ? bolehlah memilih produk yang berisiko dan likuiditas rendah tapi tentu dengan imbal hasil yang tinggi. Karena Anda membutuhkan dananya masih agak lama jadi pengendalian risikonya bisa lebih mudah dijaga.

2. Kenali Produk Investasinya
Berhubungan dengan tujuan di atas,dalam berinvestasi Anda sebaiknya mengenal produk pilihan Anda. Suatu produk investasi memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan produk lainnya. Produk jangka panjang memiliki kelebihan di hasil yang tinggi sedangkan produk jangka pendek memiliki kelebihan di risiko yang rendah. Sesuaikan hal tersebut dengan tujuan yang ingin dicapai.

3. Sesuaikan dengan profil risiko
Apa tipe risiko pribadi Anda ? apakah senang berisiko atau tidak ? untuk Anda yang senang berisiko, mungkin tidak menjadi masalah memilih produk yang berisiko. Tapi untuk Anda yang tidak senang berisiko, cari produk yang tidak berisiko pula. Mungkin beberapa orang senang berinvestasi di saham untuk investasi jangka panjangnya karena memberikan imbal hasil yang tinggi walaupun penuh ketidak pastian. Tapi sebagian lagi tidak. Mereka lebih senang berinvestasi jangka panjang di produk property seperti tanah atau bangunan karena merasa lebih pasti. Selain pribadi, ada lagi pertimbangan lain seperti misalnya usia dan status. Usia Anda sudah cukup tinggi, sebaiknya jangan berinvestasi di produk yang berisiko tinggi. Begitu pula sebaliknya. Kenapa ini penting ? karena biasanya investasi yang memberikan hasil tinggi adalah produk untuk tujuan jangka panjang. Jadi kalau usia Anda sudah tinggi, untuk apa berinvestasi untuk jangka panjang ?

Salam.
Eko Endarto
Perencana Keuangan

Leave a comment »

MEMBIASAKAN DIRI MENABUNG

penOleh: Safir Senduk
Dikutip dari detikcom

“Saya ingin sekali menabung, tetapi sepertinya uang saya habis terus. Selain itu, anak-anak juga minta dibelikan sepatu, dan saya kan juga perlu beli ini, itu……”

Kata-kata tersebut di atas mungkin akrab di telinga, atau mungkin Anda sendiri mengalaminya: Anda ingin sekali bisa menabung, tetapi dalam prakteknya, hal itu sulit dilakukan. Apakah Anda tergolong orang yang seperti itu? Anda selalu kehabisan uang di akhir bulan sehingga tidak bisa menabung?

Jangan kecil hati. Semua orang hampir pasti mengalaminya. Menabung, atau melakukan investasi secara rutin, seringkali dilakukan untuk berbagai macam tujuan. Dengan menyisihkan uang Anda secara rutin, maka uang yang terkumpul tersebut bisa sangat bermanfaat.

Seseorang yang memiliki penghasilan sebesar Rp 1 juta per bulan, misalnya, setelah setahun hanya memiliki saldo rekening Rp 200 ribu di rekeningnya. Setelah ditanya kenapa jumlah saldo rekeningnya cuma sebesar itu setelah bekerja setahun lamanya, ia mengatakan seringkali penghasilannya habis dipakai dalam sebulan sehingga ia tidak bisa menabung. Padahal, kalau ia mau menabung sebesar Rp 100 ribu saja setiap bulannya, maka pada akhir tahun ia sudah akan memiliki jumlah saldo rekening sebesar Rp 1,2 juta, plus bunganya!

Menabung Dulu, Baru Sisanya Dibelanjakan

Saya akan memberi satu cara buat Anda. Kalau selama ini Anda selalu berbelanja dulu dan tak sempat menabung, kenapa sekarang Anda tidak membalik proses itu? Ketika Anda mendapatkan gaji pada tanggal 25, misalnya, sisihkan dulu sebagian uangnya untuk menabung, baru kemudian sisanya dibelanjakan. Bila itu Anda lakukan secara rutin, maka setelah setahun, Anda sudah akan memiliki simpanan dalam jumlah besar.
celenganiaay
Yah, mungkin saja uang yang bisa Anda belanjakan jadi berkurang. Tapi, itulah konsekuensinya: Anda perlu memiliki sejumlah dana sebagai cadangan untuk masa depan!

Sebagai contoh, penghasilan Anda adalah Rp 1 juta per bulan. Tadinya, Anda biasa membelanjakan Rp 1 juta tersebut sampai habis. Sekarang, dengan Anda menabung Rp 100 ribu per bulan di muka, maka total pengeluaran Anda cuma tinggal Rp 900 ribu saja pada bulan yang bersangkutan. Bila merasa itu tidak cukup, maka Anda harus melakukan satu di antara tiga pilihan dibawah ini:

1. Meningkatkan pendapatan Anda

Dalam contoh di atas, pendapatan Rp 1 juta ditingkatkan menjadi Rp 1,1 juta. Dengan Anda tetap menabung Rp 100 ribu, maka pengeluaran Anda bukan lagi Rp 900 ribu, tetapi kembali menjadi Rp 1 juta.

2. Menekan Pengeluaran Anda

Dalam contoh di atas, Anda bersedia untuk menekan pengeluaran Anda yang tadinya Rp 1 juta menjadi Rp 900 ribu.

3. Melakukan Keduanya

Dengan meningkatkan pendapatan dan menekan biaya hidup. Dalam contoh di atas, Anda bisa meningkatkan pendapatan Anda menjadi Rp 1,1 juta, dan menekan pengeluaran Anda menjadi Rp 900 ribu. Dengan demikian, Anda justru memiliki selisih yang lebih besar lagi untuk ditabungkan.

Semua berpulang pada Anda. Yang paling penting, biasakan diri untuk menabung. Apabila Anda mengalami kesulitan untuk menabung karena alasan selalu kehabisan, maka Anda bisa menabung di muka begitu Anda mendapatkan penghasilan. Ingat selalu: Anda perlu dana cadangan untuk masa-masa yang terduga kelak.

Ke mana Menabung?

Ada banyak pilihan yang bisa Anda gunakan sebagai tempat menabung. Salah satu tempat menabung yang paling populer bagi orang Indonesia adalah tabungan di Bank.

Kelebihannya, dana dalam tabungan bisa diambil kapanpun Anda inginkan. Kelemahannya, pada saat ini, umumnya tabungan di Bank hanya memberikan bunga kecil.

Selain itu, Anda mungkin juga bisa menabung dengan membeli emas. Bila Anda menabung sebesar – katakan – Rp 200 ribu per bulan, Anda mungkin bisa membeli emas yang jumlahnya sesuai dengan nilai uang yang Anda tabungkan. Pada saat ini, banyak tersedia koin emas yang bisa dibeli dengan jumlah satu gram saja.

Sebagai alternatif, Anda bisa juga menabung ke dalam bentuk investasi seperti reksa dana. Reksa Dana adalah sebuah bentuk investasi di mana uang yang Anda tabungkan akan dikelola oleh sebuah tim manajer investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai macam produk investasi. Untuk bisa berinvestasi dalam Reksa Dana, bisa dimulai dengan jumlah persyaratan dana minimal sebesar Rp 100 ribu.

Jadi, ada beberapa pilihan bila Anda hendak menabung. Baca salah satu triknya.

Leave a comment »

MEMBANGUN KOMUNIKASI KEUANGAN SUAMI-ISTRI

safir-senduk2
Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 660/XIII

“Cinta saja tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri.” Mungkin itu adalah kata-kata yang sering Anda dengar sampai sekarang. Ya, cinta memang tidak cukup untuk bisa menghidupi suami-istri. Perlu banyak hal lain, salah satunya adalah uang. Tapi bila uang sudah ada, maka apakah hal itu cukup untuk menghidupi Anda berdua dan menjamin bahwa perkawinan Anda akan langgeng?

Jawabnya, tidak juga. Keberadaan uang tidak menjamin bahwa sepasang suami istri akan bisa sejahtera. Anda boleh percaya boleh tidak, yang lebih menjamin kesejahteraan keuangan antara suami dan istri, salah satunya adalah: komunikasi.

Komunikasi yang baik antara suami dan istri sudah pasti merupakan hal yang sangat penting bagi terciptanya hubungan yang langgeng. Ada banyak topik komunikasi yang terjadi pada suami-istri. Tapi salah satu topik yang paling kritis antara suami dan istri adalah komunikasi dalam bidang keuangan.

Sangat penting bagi suami dan istri untuk membangun saling pengertian yang kuat dalam hal keuangan keluarga. Saya sering menghadapi klien yang ribut dan rusak hubungannya hanya karena masalah keuangan. Dan munculnya masalah keuangan itu, salah satunya karena tidak adanya komunikasi dan saling pengertian dalam hal keuangan antara suami dan istri.

Tidak mudah sebetulnya membangun komunikasi dan saling pengertian yang kuat dalam hal keuangan antara suami dan istri. Bahkan, komunikasi itupun harus Anda bangun terus menerus sepanjang umur perkawinan Anda. Namun demikian, bila Anda berdua sebagai suami istri memiliki komunikasi yang baik dalam bidang keuangan, maka Anda berdua akan memiliki hubungan perkawinan yang kuat dan langgeng. Paling tidak, perkawinan Anda tidak akan runtuh karena masalah keuangan.

Lalu, bagaimana cara membangun komunikasi tersebut?

1. Utarakan kepada suami Anda apa pandangan Anda tentang uang, dan minta suami Anda melakukan hal yang sama.

2. Utarakan juga apa tujuan-tujuan keuangan yang ingin Anda raih kelak, dan minta suami Anda melakukan hal yang sama.

3. Setelah masing-masing mengetahui tujuan-tujuan keuangan pasangannya, buat prioritas tentang tujuan keuangan mana yang sebaiknya dicapai terlebih dahulu oleh Anda berdua.

4. Buat rencana bagaimana Anda berdua bisa sama-sama mencapai tujuan-tujuan keuangan tersebut. Yang jelas, rencana tersebut harus realistis dan bisa dijalankan bersama.

5. Tuliskan tindakan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing dari Anda berdua dalam menjalankan rencana tersebut. Misalnya, Anda akan melakukan ini, suami Anda akan melakukan itu. Sehingga Anda berdua menjalankan rencana keuangan ter-sebut secara bersama.

6. Diskusikan bagaimana cara terbaik bagi Anda berdua dalam mengelola keuangan sehari-hari.

7. Tentukan siapa di antara Anda berdua yang akan membayar tagihan-tagihan dan biaya rutin setiap bulan.

8. Tentukan berapa jumlah pengeluaran yang bisa dilakukan oleh masing-masing dari Anda, tanpa harus bertanya terlebih dulu satu sama lain.

9. Tentukan investasi apa yang akan Anda berdua lakukan untuk jangka panjang.

10. Tentukan apakah Anda berdua akan menyatukan uang Anda dalam satu rekening, atau memisahkannya dalam rekening sendiri-sendiri.

11. Menabunglah bersama-sama untuk masa depan Anda berdua kelak ketika tidak lagi bekerja.

12. Sering-seringlah berdiskusi satu sama lain mengenai rencana yang sudah dijalankan. Evaluasi rencana tersebut paling tidak sekali setahun untuk melihat apakah Anda berdua masih memiliki tujuan keuangan yang sama, dan apakah ren-cana yang sudah dijalankan selama ini memang sudah menunjukkan kemajuan atau tidak dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

13. Buka terus keran komunikasi Anda berdua. Sisihkan waktu secara rutin untuk membicarakan dan mengkomunikasikan masalah keuangan Anda berdua.

KHUSUS UNTUK SUAMI:
BERITAHUKAN GAJI ANDA

Apakah Anda merupakan salah satu dari suami yang enggan memberitahukan berapa jumlah gaji Anda kepada istri Anda? Bila ya, maka mungkin ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya:

1. Anda gengsi. Anda mungkin tidak ingin istri Anda mengetahui bahwa penghasilan Anda tidak besar.

2. Atau sebaliknya, Anda tidak ingin istri Anda tahu bahwa penghasilan Anda terlalu besar.

3. Anda menganggap bahwa masalah penghasilan adalah masalah yang sangat pribadi untuk diungkapkan, termasuk kepada istri Anda sendiri. Jadi bukan perkara besar atau kecilnya.

Memberitahukan penghasilan Anda kepada istri Anda memang bukan salah satu syarat yang harus dijalankan dalam membangun komunikasi keuangan yang baik antara suami-istri. Tapi, bila suami- istri memang menjalankan komunikasi keuangan yang baik, maka dengan sendirinya Anda akan dengan sukarela memberi tahu berapa jumlah penghasilan yang Anda dapatkan setiap bulannya.

Ada beberapa keuntungan kalau Anda mau memberitahukan gaji Anda kepada istri Anda:

1. Istri Anda bisa bertambah baik dalam mengatur anggaran keluarga karena dia tahu berapa batas yang bisa dia capai.

2. Komunikasi keuangan antar suami-istri diharapkan juga akan makin baik karena dengan memberitahukan berapa yang Anda hasilkan, ini menunjukkan bahwa Anda cukup terbuka. Keterbukaan adalah salah satu syarat terjalinnya komunikasi keuangan dengan baik antara suami-istri.

Leave a comment »

3 JALAN KUMPULKAN MODAL

safir senduk

safir senduk


Oleh: Safir Senduk
Dikutip dari Tabloid NOVA No. 898/XVII

Mungkin Anda masih ingat ketika beberapa waktu lalu saya membahas tentang cara menghitung modal yang Anda butuhkan kalau ingin membuka usaha? Modal yang Anda kumpulkan untuk usaha terbagi jadi 3: Modal Investasi Awal, Modal Kerja, dan Modal Operasional. Betul?

Sekarang masalahnya, mungkin ada beberapa orang yang setelah membaca tulisan itu, lalu jadi menggerutu sendiri: “Hmm…, ngitung modal, sih, memang gampang. Masalahnya sekarang, gimana caranya supaya modalnya bisa ada? Supaya bisa terkumpul?”
ini memang bahasan menarik. Karena banyak orang kesulitan mengumpulkan modal usaha. Sebagai contoh, kalau seseorang ingin buka usaha laundry dengan memiliki mesin cuci sendiri, dan ia membutuhkan modal dana sebesar Rp 20 juta, sementara dananya sendiri baru Rp 3 juta, darimana ia bisa mengumpulkan modal?

Ada tiga jalan, kok, untuk mengumpulkan modal untuk usaha:

1. Modal Sendiri
Pertama jelas, kalau Anda ingin buka usaha, Anda bisa pakai modal sendiri. Caranya bisa dengan mengambil dari simpanan yang Anda miliki sekarang, entah dari tabungan atau deposito Anda, atau bisa juga dengan menjual aset yang Anda punya. Sebagai contoh, banyak, lo, orang yang menjual sepeda motornya untuk sekadar jadi modal usaha, atau menjual perhiasan yang dia punya.

Jangan kaget. Menjual barang untuk menambah modal usaha tuh biasa, lo. Yang paling penting, jangan merasa terlalu sayang untuk menjual beberapa aset Anda untuk menambah modal usaha. Contohnya, kalau Anda tidak punya uang untuk modal usaha dan harus menjual perhiasan Anda, ya jual saja. Nanti kalau usaha Anda sudah berhasil, Anda toh bisa beli lagi perhiasan yang lebih bagus. Ya enggak?

2. Pinjam
Meminjam uang untuk modal usaha juga sering dilakukan orang. Dengan meminjam, seringkali usaha yang memang Anda impikan bisa lebih cepat terwujud. Iya, dong, daripada nunggu modalnya enggak ngumpul-ngumpul, mendingan minjem. Cuma, nah ini dia, karena modal itu Anda dapatkan dengan meminjam, ya Anda betul-betul harus memerhatikan cash flow Anda. Ini karena Anda pasti harus mengembalikan uang yang Anda pinjam. Entah dengan mengembalikannya secara bulanan, 6 bulanan, atau mungkin tahunan.

Kuncinya, kalau Anda meminjam, perlu diketahui bahwa banyak orang yang seringkali terlalu fokus kepada bagaimana mereka bisa mendapatkan pinjaman, tetapi tidak memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, ketika meminjam, cobalah untuk memikirkan bagaimana caranya Anda bisa mengembalikan pinjaman tersebut.

Tipsnya, ketika Anda memikirkan caranya, jangan terlalu optimis bahwa pendapatan dari usaha Anda pasti bisa langsung besar di bulan-bulan pertama. Kalau perlu, buatlah perkiraan sepesimis mungkin. Dari perkiraan yang pesimis tersebut, Anda pasti bisa melakukan penilaian apakah pengembalian yang akan Anda lakukan nantinya bisa lancar atau tidak.

3. Kerja Sama
Wah, daripada Anda pakai modal sendiri semuanya, atau daripada Anda meminjam, kenapa Anda tidak mencoba menjalin kerja sama saja dengan orang lain? Dengan menjalin kerja sama, maka risiko usaha Anda bisa lebih kecil karena harus dibagi bersama teman-teman Anda. Cuma, keuntungan yang Anda dapatkan tentunya harus dibagi juga, dong.

Iyalah, namanya saja kerjasama. Artinya, risiko dibagi, keuntungan juga harus dibagi. Ya, enggak?

Sekarang masalahnya, ada enggak orang yang mau kerjasama dengan Anda? Itu tergantung Anda. Apakah Anda bisa dengan baik menawarkan keuntungan yang masuk akal pada usaha yang Anda tawarkan. Tapi, tawaran keuntungan saja belum cukup, lo. Anda juga harus bisa memberikan pendekatan yang baik, tidak sombong pada orang-orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Satu lagi, kalau bisa, penjelasan yang Anda berikan juga harus masuk akal, seadanya, dan tidak melulu memaparkan keuntungan pada orang yang ingin Anda ajak kerjasama.

Nah, sekarang, Anda sudah tahu bagaimana mengumpulkan modal untuk membuka usaha. Mudah-mudahan dari 3 pilihan tersebut di atas, Anda bisa menentukan pilihan mana yang terbaik.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Leave a comment »

Investasi

2009-01-27_20-56-46_image004Semua orang berharap ingin menjadi manusia yang berhasil, berhasil didunia dan akhirat.Merantau ke luar negeri adalah salah satu cara untuk mencapai keberhasilan tsb, dengan dibarengi perencanaan dan perhitungan yang matang tentunya.

Saya mencoba merencanakan untuk mencapai keberhasilan ini dengan cara investasi. Investasi yang saya maksud terdiri 3 kategori :

1. Investasi Akhirat

Hidup bagaikan terminal transit, semua orang hanya singgah sementara yang pada hakikatnya kita sedang menuju terminal akhir yaitu akhirat dimana kita akan mempertanggung jawabkan semua “perjalanannya”.girlpraying Maka kita harus mempersiapkannya dari sekarang dan tidak ada kata terlambat. Mari perbanyak investasi amal dan ibadah baik Habluminannas maupun Habluminallah, mari belajar dan belajar untuk mendekatkan diri Kepada Allah SWT sebagai sang khalik.

2. Investasi Keluarga

Islam mengajarkan, segeralah membina rumah tangga jika sudah siap lahir dan bathin, tentunya dibarengi dengan kemapanan hidup yang akan menopang bahtera rumah tangga. Nikah selain bertujuan untuk regenerasi juga untuk menjauhkan maksiat.

Kenapa keluarga saya katakan sebagai investasi, karena keluarga yg harmonis akan memberikan ketenangan hidup pada kita. Disaat kita menjelang usia senja dan tak mampu berbuat apa-apa alias sudah tidak produktif, pada siapa kita akan bernaung kalau bukan kepada keluarga kita, kepada anak-anak atau istri atau suami atau bahkan kepada adik atau kakak kita.

Maka investasilah kepada keluarga sebaik-baiknya, khususnya kepada anak-anak, berikanlah pendidikan sebaik-baiknya khususnya pendidikan agama agar kelak anak-anak kita menjadi anak yg saleh atau salehah yang dapat menolong orang tuanya kelak, amiiin..

3. Investasi Harta

Walaupun harta bukan segala-galanya, tapi harta memang sangat dibutuhkan untuk eksistensi kehidupan kita. Mumpung lagi diberikan rejeki lebih maka kita harus pandai-pandai menginvestasikan uang kita. banyak jenis investasi seperti tabungan, deposito,reksa dana, saham, properti dan tanah, usaha, waralaba,dsb.Yang paling penting disini adalah bagaimana kita bisa mengatur uang kita agar tidak habis begitu saja tanpa bekas, saya tidak membahas jenis investasi harta apa yg paling baik, karena yang tahu untuk yang terbaik adalah diri kita masing-masing.

Ayooo....Menabung sebanyak-banyaknya.

Ayooo....Menabung sebanyak-banyaknya.

Sekarang saya bekerja di luar negeri tujuannya adalah untuk mendapatkan uang sebagai modal investasi  untuk masa depan yang lebih baik.

Akhirnya saya mengajak kepada saya pribadi dan teman-teman yang sedang merantau, marilah kita manfaatkan uang kita sebaik-baiknya, jangan terbawa oleh arus nafsu menghabiskan uang, yang akan membawa penyesalan dikemudian hari, gunakan uang kita untuk investasi akhirat, investasi keluarga dan investasi harta.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.